Ketika pikiran muncul, menolak, mengeluh, atau membawa kita ke mana-mana, tugas kita bukan menghentikannya. Cukup perhatikan. Tanpa menilai. Tanpa mencoba membenahi. Momen ketika kita sadar, “Oh, pikiranku sedang pergi,” itu sendiri adalah sebuah kemajuan.
Kesadaran itulah praktiknya.

Semakin sering kita berlatih dengan sikap yang ramah, perlahan pikiran akan melambat dengan sendirinya. Bukan karena dipaksa, tapi karena tidak lagi dilawan. Seperti air keruh yang dibiarkan tenang—lama-lama ia akan jernih.
Meditasi pernapasan bukan latihan untuk menjadi sempurna.
Ia adalah latihan untuk bersikap lembut pada apa pun yang hadir.
Dan dari situlah ketenangan tumbuh, pelan-pelan.